| dibawah puncak gunung Bisma |
Setelah beberapa tahun nggak sempat naik ke Dieng, Alhamdulillah lebaran tahun ini saya ada kesempatan untuk merasakan dinginnya negeri di atas awan. Bukan jarak yang jauh yang menyebabkan saya nggak munggah, tapi karena saya sebenarnya alergi dengan udara yang terlalu dingin. Kata orang Kalidesel (kampung saya, Pen.) disebut giduhen atau dalam bahasa Indonesia biduren. Dari kampung saya sampai ke Dieng hanya + 20 menit dengan sepeda motor, kalo jalan ya mungkin sampai enjor kali ya...soalnya jalannya nanjak banget, he...
Kesempatan kali ini, saya tidak menceritakan betapa indahnya negeri di atas awan , tapi saya ingin berbagi pengalaman selama dalam perjalanan menyusuri pinggiran Dieng sisi sebelah barat. Sebab memang ndak ada niat mau jeng-jeng di tempat wisatanya, cuma kebetulan ada acara silaturahmi ke rumah Mbak Yu ku di daerah Batur - Dieng. Jadi sekalian narsis sama istri selama dalam perjalanan.
Kesempatan kali ini, saya tidak menceritakan betapa indahnya negeri di atas awan , tapi saya ingin berbagi pengalaman selama dalam perjalanan menyusuri pinggiran Dieng sisi sebelah barat. Sebab memang ndak ada niat mau jeng-jeng di tempat wisatanya, cuma kebetulan ada acara silaturahmi ke rumah Mbak Yu ku di daerah Batur - Dieng. Jadi sekalian narsis sama istri selama dalam perjalanan.

